Sebuah puisi untuk diri sendiri. Boleh jadi, saat menulis (dan membaca) puisi ini, saya (dan kita) sedang mengkorupsi waktu, tenaga dan harta orang lain.
DEPKEU dikorupsi, anggaran raib
DEPAG dikorupsi, dana haji ghaib
BI dikorupsi, rupiah hilang
DEPHUB dikorupsi, ribuan nyawa melayang
DEPHAN dikorupsi, senjata usang
DEPKES dikorupsi, pasien kejang-kejang
DEPNAKER dikorupsi, TKI sengsara
DEPTAN dikorupsi, hutan binasa
DEPLU dikorupsi, diplomasi memble
DPR dikorupsi, rakyat kecele
DEPERIN dikorupsi, industri hancur
DEPDAG dikorupsi, pengusaha babak-belur
Mulai sekarang, marilah kita korupsi
Korupsi hati mereka dengan pesan yang jelas
Gelapkan hati mereka lalu nyalakan cahaya kebenaran
Karena Anda adalah manusia, janganlah berlaku binasa
Koruptor juga manusia, hentikan perbuatan kotor
Generasi muda juga manusia, hiduplah dengan penuh jasa
Aparat juga manusia, mengapa berlaku seperti keparat
Presiden, wakil rakyat, hakim, jaksa dan polisi juga manusia
Selamatkan kami dengan hati nurani
Palmerah, 27 Juni 2008
5 November 2008 at 11:50
jadi teringat dengan Multatuli yang artinya kira-kira saya (baca: rakyat Indonesia yang miskin, di bawah garis kemiskinan, dan yang tertimpa garis) sudah terlalu banyak menderita.
10 November 2008 at 09:35
halah, cuma kritik doank.
tidak ada solusi.
anda tahu ? yg duduk diatas sono.
menteri , presiden dan anggota DPR itu dulunya pengkritik, tukang demo.
giliran menjabat juga lupa.
11 November 2008 at 17:33
Salam kenal mas,ini kunjungan pertama saya ke situs anda yang bagus ini….saya tunggu kunjungan baliknya…Oh ya,saya ingin tukar link dengan anda,apa anda berminat?
15 November 2008 at 22:09
Perangkat hukum kita yang di ciplak dri belanda sudah kuno, banyak pakar hukum dan ahli dalam hukum kenapa tidak dirombak habis, belanda saja tahun 1950 an sudah merubah perangkat hukum mereka, tetapi kita ……………. kata orang hukum sekarang ada celah untuk membalikan fakta salah menjadi benar ?????????????? dan jadilah bangsa indonesia tetap diajajah oleh bangsa sendiri ………….
28 November 2008 at 16:27
salam kenal mas,
terima kasih udah visit blog saya, saya tunggu postingannya terus tentang korupsi di Indonesia
sebuah perubahan besar, selalu dimulai dengan satu langkah kecil… salah satunya usaha kita nge-blog topik anti-korupsi
salam,
Mukhson
5 Juni 2009 at 10:38
puisi ini bagus. maksud saya, bisa menempatkan simbol-simbol korupsi di dalam struktur persajakan. saya upload juga di situs infokorupsi.com/id ya? biar bisa dibaca orang dan menambah semangat dalam memerangi korupsi di negeri ini. terima kasih